E-Nak Wangi Masuk TOP 30 Inovasi Pelayanan Publik Jatim 2020

E-Nak Wangi Masuk TOP 30 Inovasi Pelayanan Publik Jatim 2020

Pengembangan Kartu Ternak Elektronik Kabupaten Banyuwangi (E-Nak Harum) sukses raih penghargaan TOP 30 persaingan pengembangan servis khalayak (Kovablik) Jawa Timur 2020. Kartu E-Nak ini, memberi data informasi kisah ternak sapi selaku agunan kesehatan ternak.

 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan, saat sebelum capai TOP 30, pengembangan E-Nak Harum ini berkompetisi dengan beberapa ratus pengembangan dari 36 kota/kabupaten di Jawa Timur. Anas sendiri langsung lakukan presentasi mengenai kartu E-Nak di depan dewan juri yang terdiri dari akademiki, medium sampai aktivis pengamat reformasi birokrasi.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan syukur pengembangan dari Banyuwangi kembali lagi mencatatkan prestasi. Kesempatan ini dari pemerintahan propinsi Jawa timur yaitu penghargaan TOP 30 Kovablik dengan pengembangan kartu ternak elektronik. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Bu Gubernur Khofifah ke Kepala Dinas Pertanian beberapa lalu di Surabaya,” jelas Anas, Senin (16/11/2020).

Bupati Anas menerangkan, kartu e-Nak adalah pengembangan wilayah di bagian peternakan yang berisi data mengenai ternak, terutamanya sapi. Lewat kartu itu, sapi yang tercatat akan terlihat umur, data pemilikan, kesehatan, sampai kisah kehamilan. Hingga peredaran dan perubahan sapi akan terdata secara baik.

“Kartu e-Nak ini dapat diistilahkan selaku sertifikatnya ternak. Jika tanah yang memiliki sertifikat tentu saja lebih terjaga dibanding yang belum memiliki sertifikat. Begitupun dengan ternak yang telah mempunyai e-Nak ini,” tutur Anas.

Sapi yang telah terdata lalu dipasang barcode yang dikalungkan di lehernya. Siapa saja dapat menyaksikan kisah sapi cukup hanya mengambil program QR and Barcode Scanner di handphone untuk mengenali detil kisah data sapi dan pemilikan. Dengan scan barcode yang dikalungkan di sapi, datanya akan tampil lewat web Pemkab Banyuwangi di Handphone.

“Jadi dengan memakai mekanisme barcode seluruh kisah sapi dapat nampak. Dan ini mustahil terganti sebab detil fisik sapi dimulai dari sundul, moncong, dan yang lain telah dipotret. Terhitung titik koordinat (berdasarkan GPS) kehadiran sapi tersebut,” terang Anas.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi, Arief Setiawan menerangkan jika kartu ini memberikan beberapa keuntungan, bagus untuk peternak atau pembelinya. Untuk peternak, kecuali kisah ternaknya terdaftar rapi, mereka memiliki hak memperoleh servis kesehatan hewan ternaknya.

“Konsumen untung. Mereka yang akan beli ternak akan terlepas dari usaha penipuan. Sebab kisah kesehatan sapi akan terlihat lewat kartu itu. Misalkan pernah beranak berapakah kali, pernah sakit, produktif atau mungkin tidak, dan yang lain. Kartu pemilikan ternak ini tersambungsi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK/e-KTP) pemilik,” terang Arief.

Sekarang ini sekitar 20.500 dari keseluruhan 126 ribu ekor sapi di wilayah sudah terdata dalam e-Nak. Ditarget pada 2021 seluruh ternak sapi sudah mempunyai e-Nak.

Ditambahkannya, Kartu e-Nak ini tersambungsi dengan asuransi yang membuat perlindungan peternak dari rugi waktu sapi wafat atau diculik. Asuransi itu bantuan dari APBN.

error: Content is protected !!