5 Hal Terkait Penemuan Induk dan Puluhan Anak King Kobra di Perumahan Bekasi

5 Hal Terkait Penemuan Induk dan Puluhan Anak King Kobra di Perumahan Bekasi

Masyarakat diresahkan dengan ditemukan indukan king kobra dan beberapa puluh telur yang menetas di teritori Perumahan Bekasi Timur Regency 5, Klaster Jasmine, Blok J RT 06 RW 08, Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

 

Indukan dan telur king kobra yang telah menetas itu pertamanya kali diketemukan bersarang di kamar mandi satu rumah kosong yang telah lama ditinggal pemiliknya.

Bahkan juga, anakan kobra yang telah menetas itu sempat berkeliaran di beberapa rumah masyarakat. Petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi mengevakuasi ular-ular berbisa itu semenjak Jumat 13 November 2020 malam.

“Yang menetas itu ada 21 telur, hanya yang sukses dievakuasi baru 12 anakannya. 9 kembali masih dicari,” kata Dedi Purnama, masyarakat seputar, Minggu, 15 November 2020.

Sampai Minggu malam, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) baru sukses mengevakuasi 14 dari 21 anakan ular kobra yang menetas.

Penelusuran itu dikerjakan dengan menyisir seputar rumah kosong yang diperhitungkan jadi sarang kobra.

Berikut jejeran hal berkaitan penemuan indukan dan beberapa puluh telur ular king kobra yang telah menetas digabungkan Liputan6.com:

Masyarakat Perumahan cluster Jasmine Bekasi Timur Regency, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, diresahkan dengan penemuan indukan king kobra dan beberapa puluh telur yang telah menetas.

Ular king kobra itu bersarang di kamar mandi satu rumah kosong yang telah lama ditinggal pemiliknya. Beberapa anakan kobra yang telah menetas, sempat berkeliaran di beberapa rumah masyarakat.

Petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi mengevakuasi ular-ular berbisa itu semenjak Jumat malam, 13 November.

Tetapi sampai Sabtu siang, 14 November 2020, petugas baru sukses mengevakuasi induk king kobra dan 12 anakannya yang baru menetas.

“Yang menetas itu ada 21 telur, hanya yang sukses dievakuasi baru 12 anakannya. 9 kembali masih dicari,” kata Dedi Purnama, masyarakat seputar, Minggu, 15 November 2020.

Penelusuran lagi dikerjakan. Sampai Minggu malam, 15 November 2020, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) baru sukses mengevakuasi 14 dari 21 anakan ular kobra yang menetas.

Penelusuran dikerjakan dengan menyisir seputar rumah kosong yang diperhitungkan jadi sarang kobra. Beberapa masyarakat seputar ikut menolong untuk lebih mengoptimalkan penelusuran ular berbisa itu.

“Dari hari Rabu sampai Minggu ini keseluruhan ada 14 anakan yang dievakuasi. Anakan paling akhir jatuh dari genteng. Masih tersisa 7 anakan sama indukannya 1. (Indukan) satu sudah tertangkap, peluang itu betinanya, yang jantannya belum,” kata Didi Nurhadi, masyarakat yang tempat tinggalnya berdekatan dengan posisi penemuan ular kobra, waktu diverifikasi Liputan6.com di posisi.

Didi menjelaskan, beberapa saat saat sebelum sarang king kobra diketemukan, tempat tinggalnya dan rumah masyarakat yang lain sempat dimasuki anakan ular yang baru menetas.

“Jadi awalannya di antara Rabu atau Kamis itu, saat sebelum (ular masuk) ke rumah saya, ke rumah tetangga yang samping kanan rumah kosong dahulu. Itu bertemu siang-siang. Nah baru minta bantuan sama masyarakat,” tutur ia.

Seterusnya masyarakat bersama cari kehadiran ular yang lain dan sukses mendapati sarang ular king kobra dalam kamar mandi satu rumah kosong.

“Kita temuin dua dan sorenya bertemu sedang menjadi tiga. Malamnya itu kita panggil damkar, lagi bedah sarangnya, bertemu indukannya satu sama anakannya tiga, bermakna keseluruhannya tujuh. Jika telurnya itu ada 21, telah netas seluruh,” terang Didi.

Didi bersama masyarakat yang lain masih berasa khawatir karena belum seluruh anakan king kobra diketemukan. Beberapa masyarakat, bahkan memercayakan anak-anaknya ke rumah famili untuk keselamatan.

“Tentu cemas sebab tempo hari sempat masuk ke rumah saya. Masyarakat disarankan harus lebih siaga dan berhati-hati saja, khususnya beberapa anak dan ibu-ibu jika suaminya kembali kerja,” tutur Didi.

Masyarakat cemas anakan ular king kobra bersembunyi di sekitar lingkungan, dan menyerbu masyarakat khususnya beberapa anak.

Salah satunya masyarakat yang tempat tinggalnya sempat bungkusukan ular king kobra, bahkan mengungsikan anak-anaknya ke rumah famili karena takut terserang ular.

“Ya tentunya cemas, sebab kan berbisa. Ngerinya ada masyarakat yang kegigit,” tutur Inggit, masyarakat seputar yang lain.

Untuk memperhitungkan munculnya ular kobra, Didi mengoptimalkan bermacam usaha. Salah satunya dengan tutup beberapa lubang kecil di tempat rumah, menyemprotkan bau-bauan menusuk, seperti minyak wangi dan kamper, dan tingkatkan kebersihan.

“Sekurang-kurangnya kita pel rumah pagi sore sekaligus kita lihat-lihat, ngerinya namanya ular kita tidak paham masuknya kapan ya,” sebut ia.

Didi mengharap ada usaha dari pemerintahan di tempat untuk tangani kehadiran ular berbisa yang memberikan ancaman keselamatan masyarakat itu.

“Kontribusi khususnya untuk pawang ular, soalnya jika masyarakat yang panggil kan perlu uang ,” pungkas Didi.

Ular berbisa macam king kobra berkeliaran di dalam rumah kosong perumahan Bekasi Timur. Pawang juga turun tangan untuk tangkapnya.

error: Content is protected !!